Rabu, 19 Maret 2025 08:00 WIB

Puasa bagi Ibu Hamil

Responsive image
47
Promosi Kesehatan, Tim Kerja Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban umat Islam yang dilakukan dengan tidak makan, minum, dan melakukan berbagai larangan selama beribadah dimulai dari subuh hingga terbenamnya matahari. Waktu berpuasa di setiap negara dapat bervariasi tergantung musim. Di Indonesia, perkiraan lamanya berpuasa adalah sekitar 14 jam. Puasa agama Islam ini digolongkan sebagai puasa intermiten namun tentunya berbeda dengan puasa secara umum. Akhir-akhir ini, puasa intermiten dianggap merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan atau program menurunkan berat badan.

Kondisi kehamilan, menurut pendapat ahli dapat digolongkan dalam kondisi bukan penyakit. Namun, kondisi ini disertai dengan perubahan-perubahan dari metabolisme, sistem pencernaan, sistem kardiovaskular dan imunitas yang dapat saja tidak seoptimal wanita dalam keadaan tidak hamil.

Bagaimana jika seorang perempuan sedang hamil? Apakah ibu hamil tetap diwajibkan untuk berpuasa?

Meskipun puasa Ramadhan adalah ibadah wajib untuk seluruh umat muslim, namun bagi ibu hamil, ada sejumlah pertimbangan yang perlu diperhatikan. Wanita hamil dapat tidak berpuasa karena beban yang ditanggungnya berupa rasa sakit atau rasa berat dalam melaksanakannya. Ada beberapa kondisi dimana ibu hamil disarankan tidak berpuasa. Kondisi tersebut di antaranya janin yang dikandungnya tidak berkembang dengan optimal, mengalami pre-eklamsia atau tekanan darah tinggi saat hamil, kekurangan cairan ketuban, hingga masalah di lambung atau saluran pencernaan. Apabila dipaksakan dapat membahayakan ibu maupun janinnya.

Ibu hamil sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan berpuasa.

Kondisi yang seperti apa yang diperbolehkan untuk berpuasa?

Yang diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ibu hamil yang dalam kondisi baik. Akan tetapi, tetap harus memperhatikan kesehatan janin. Jika ibu berpuasa, tetap perhatikan gizi dan nutrisi untuk kebutuhan janin. Selain itu, saat menjalankan ibadah puasa, sebaiknya ibu memperhatikan berat badan ibu hamil. Apabila mengalami penurunan berat badan secara drastis, sebaiknya ibu memperhatikan asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh janin. Penurunan berat badan secara drastis dapat membahayakan janin dalam kandungan.

Hal-hal yang dikhawatirkan dari berpuasa antara lain adalah gangguan pertumbuhan janin akibat turunnya asupan ke janin, turunnya berat badan ibu, penurunan kesejahteraan janin saat ibu berpuasa sehingga janin berkurang geraknya hingga kekhawatiran kematian janin, dan timbulnya keluhan ibu saat berpuasa seperti pusing, mual, rasa lapar, tidak sanggup beraktivitas dan sebagainya. Kekhawatiran ibu menyebabkan terbentuknya persepsi negatif atau keraguan akan kesanggupan untuk melakukan ibadah ini. Persepsi keluarga dan dukungan untuk berpuasa juga salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan ibu untuk berpuasa.

Ibu hamil yang tidak diperbolehkan berpuasa?

Kelompok ibu hamil yang tidak diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, antara lain yaitu :

1.      Ibu hamil dengan diabetes melitus.

2.      Mengalami dehidrasi, terutama para ibu hamil yang masih mengalami morning sickness pada kehamilan trimester pertama.

3.      Ibu hamil yang mengalami gangguan pencernaan, seperti maag.

Penting bagi setiap ibu hamil untuk memenuhi segala kebutuhan nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan. Dan agar dapat memenuhinya, ibu hamil dapat mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi dan suplemen kesehatan.

Dalam evaluasi kesiapan ibu hamil untuk berpuasa, tenaga medis dapat mempertimbangkan beberapa hal seperti kondisi ibu hamil, usia kehamilan, komplikasi kehamilan dan penyakit penyerta, pertambahan berat badan ibu, dan pemantauan perkembangan janin dalam kandungan. Ibu hamil juga sebaiknya diberikan edukasi mengenai pemenuhan nutrisi dengan membuat persiapan menu makanan, minuman dan camilan yang dapat dipenuhi saat ibu berbuka hingga sahur. Pengawasan kondisi ibu hamil jika perlu dipantau dalam beberapa waktu setelah menjalankan puasa untuk mengevaluasi keamanan puasa Ramadhan yang dijalani.

 

Referensi :

Fonda Octarianingsih Shariff dan Mohammad Sirojuddin. 2023. Studi Literatur : Puasa Ramadhan dan Kehamilan. pISSN:2355-7583, eISSN:2549-4864.

http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan.

Wibawa, A. 2021. Buku Panduan Nutrisi Kehamilan 5J Jumlah - Jadwal - Jenis - Jalur - Jaga untuk Nakes. Divisi Fetomaternal Departemen.

Oosterwijk, V. N. L., Molenaar, J. M., van Bilsen, L. A., & Kiefte-de Jong, J. C. 2021. Ramadan Fasting during Pregnancy and Health Outcomes in Offspring : a Systematic Review. Nutrients, 13(10), 3450. https://doi.org/10.3390/nu13103450.