Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah umat Islam yang berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, yang berupa memperturutkan syahwat, perut dan farji (kemaluan), sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat khusus selama bulan Ramadhan. Selain menahan diri dari makan dan minum, puasa juga mencakup pengendalian diri terhadap hawa nafsu, berbicara yang tidak baik, dan perilaku buruk lainnya.
Puasa termasuk salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi setiap muslim. Puasa Ramadhan dilakukan pada bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah (bulan Ramadhan). Puasa ini mencakup tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menghindari hal-hal yang membatalkan puasa dan meningkatkan kualitas spiritual.
Seperti yang kita ketahui bahwa puasa Ramadhan sangat berdampak positif untuk kesehatan fisik dan mental. Puasa melatih kesabaran, disiplin diri, dan pengendalian emosi, yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Rasa syukur dan kebahagiaan juga meningkat karena merasakan nikmatnya berbuka setelah menahan diri seharian. Selain itu, puasa juga dapat memberikan manfaat kesehatan jika dilakukan dengan cara yang benar, seperti memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat, detoksifikasi tubuh, dan meningkatkan metabolisme.
Akan tetapi, puasa yang dilakukan dengan cara yang tidak tepat justru dapat meningkatkan risiko sembelit. Sembelit (atau konstipasi) adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan atau ketidaknyamanan saat Buang Air Besar (BAB). Biasanya, sembelit ditandai dengan tinja yang keras, kering, dan keluarnya lebih jarang dari biasanya. Seseorang dianggap mengalami sembelit jika memiliki frekuensi buang air besar kurang dari 3 (tiga) kali dalam seminggu.
Kenali Gejala Sembelit
Ada beberapa tanda dan gejala sembelit yang perlu kita ketahui, antara lain sebagai berikut :
1. Tinja keras
Tinja menjadi keras dan kering, sehingga sulit untuk dikeluarkan.
2. Kesulitan BAB
Merasa kesulitan atau terpaksa mengejan saat buang air besar.
3. Rasa tidak tuntas setelah BAB
Merasa masih ada yang tertinggal meskipun sudah buang air besar.
4. Perut kembung atau rasa tidak nyaman
Perasaan penuh atau kembung pada perut.
Beberapa faktor yang bisa memicu sembelit saat puasa antara lain :
1. Dehidrasi
Salah satu penyebab utama sembelit adalah kurangnya asupan cairan. Jika tubuh tidak cukup terhidrasi selama puasa, maka tinja bisa menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Hal ini lebih sering terjadi jika seseorang tidak cukup minum air saat sahur dan berbuka.
2. Pola Makan yang Tidak Seimbang
Jika seseorang mengonsumsi makanan yang rendah serat, seperti makanan olahan atau berlemak saat sahur dan berbuka, ini bisa memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan sembelit. Makanan kaya serat (seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian) sangat penting untuk menjaga kelancaran pencernaan.
3. Makan Terlalu Banyak Setelah Berpuasa
Makan berlebihan saat berbuka bisa membebani sistem pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk sembelit, karena sistem pencernaan bekerja lebih keras setelah berpuasa lama.
4. Kurang Aktivitas Fisik
Selama puasa, beberapa orang mungkin kurang bergerak atau tidak cukup berolahraga. Aktivitas fisik yang minim dapat memperlambat pergerakan usus dan meningkatkan risiko sembelit.
Bagaimana Cara Mencegah Sembelit saat Puasa?
1. Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum cukup air saat sahur dan berbuka. Sebaiknya hindari minuman berkafein atau yang mengandung gula berlebih, karena dapat menyebabkan dehidrasi.
2. Makan Makanan Kaya Serat
Pilih makanan yang tinggi serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk memperlancar pencernaan.
3. Makan Secara Perlahan
Hindari makan terlalu banyak atau terlalu cepat saat berbuka. Makan dengan perlahan dan dalam porsi kecil untuk memberi waktu pada tubuh mencerna makanan.
4. Aktivitas Fisik
Lakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki setelah berbuka, untuk membantu merangsang pergerakan usus dan memperlancar pencernaan.
5. Hindari Makanan Berat dan Berlemak
Makanan berlemak atau yang terlalu berat dapat memperlambat proses pencernaan dan memperburuk sembelit.
Dengan memperhatikan pola makan dan gaya hidup saat puasa, kita dapat mencegah sembelit dan menjaga kesehatan pencernaan selama bulan Ramadhan.
Referensi :
Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA. 2010. Fikih Ramadan Menyibak Problematika Fikih Ibadah yang Terkait dengan Bulan Mubarak. Perdana Publishing Kelompok Penerbit Perdana Mulya Sarana.
Sri Suhandjati Sukri. 2009. Ensiklopedi Islam dan Perempuan. Bandung : Penerbit Nuansa, h. 310.
ZAKIAH ULFAH. 2016. Manfaat Puasa dalam Perspektif Sunnah dan Kesehatan. Fakultas Ushuluudin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.
Jihan Azzahra, KAryanti. R. Bamahry, Ahmad Ardhani Pratama, Reny Purnamasari, Rasfayanah. 2020. Hubungan Asupan Serat dengan Kejadian Konstipasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020. Fakumi Medical Journal. Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.