Rabu, 19 Maret 2025 09:27 WIB

Mitos atau Fakta? Donor Darah Rutin dapat Membantu Turunkan Risiko Kanker Darah

Responsive image
43
Promosi Kesehatan, Tim Kerja Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Salah satu komponen penting pada tubuh manusia adalah darah. Darah menjadi alat utama untuk distribusi, transportasi dan sirkulasi di dalam tubuh. Rata-rata jumlah volume darah manusia berkisar antara 6-8 persen dari berat tubuh atau 5 (lima) liter yang terdiri dari komponen plasma darah (55%) dan eritrosit (45%). Jika tubuh manusia mengalami kekurangan jumlah darah maka akan menyebabkan kerusakan jaringan bahkan kegagalan fungsi organ yang berujung kematian. Kekurangan jumlah darah ini dapat ditambah dari luar dengan melakukan transfusi darah dari para pendonor.

Persediaan darah menjadi sangat penting bagi masyarakat yang sedang sakit dan membutuhkannya. Transfusi darah dibutuhkan oleh pasien yang mengalami kekurangan darah akibat kecelakaan, pasien yang sedang operasi besar, pasien yang memiliki penyakit darah seperti leukimia, hemofilia dan thalasemia.

Masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab dan peran penting melakukan kegiatan donor darah supaya persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) tetap terjaga. Kegiatan donor darah dapat menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan nilai kemanuasiaan untuk membantu seluruh umat manusia yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Secara harfiah, yang dimaksud dengan donor darah adalah suatu tindakan menyalurkan darah dari satu orang ke sistem peredaran darah orang lain. Jumlah angka kematian akibat tidak tersedianya cadangan darah pada negara berkembang termasuk Indonesia relatif tinggi. Tingkat penyumbang darah di Indonesia antara 6-10 orang per 1000 penduduk. Jumlah ini jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya termasuk kecil.

Menyumbangkan darah melalui donor darah dapat menyelamatkan satu kehidupan atau banyak nyawa. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum terdorong untuk melakukan donor darah karena belum mengetahui manfaatnya bagi kesehatan. Donor darah memberikan banyak manfaat bagi pendonor. Di antaranya adalah menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, menurunkan risiko kanker, menurunkan berat badan, mendeteksi penyakit serius, memperpanjang usia dan membuat sehat secara psikologis. Akan tetapi tidak semua orang bisa menjadi pendonor. Syarat menjadi seorang pendonor adalah sehat jasmani dan rohani, berusia 17-65 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kg, tekanan darah untuk systole 100-170, diastole 70-100, kadar haemoglobin 12,5g%-17,0g%, dan interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah terakhir (maksimal 5 kali dalam 2 tahun).

Mitos atau Fakta? Donor Darah Rutin Dapat Membantu Turunkan Risiko Kanker Darah?

Secara umum, ini adalah FAKTA dalam konteks penelitian yang ada.

Mengapa Donor Darah Rutin Dapat Menurunkan Risiko Kanker Darah?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penurunan kadar zat besi dalam tubuh akibat donor darah rutin dapat berhubungan dengan penurunan risiko kanker, termasuk kanker darah seperti leukemia atau limfoma. Zat besi yang berlebihan dalam tubuh dapat merangsang produksi radikal bebas, yang dapat merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.

Donor darah secara rutin membantu mengatur kadar zat besi dalam tubuh, karena saat kita mendonorkan darah, jumlah zat besi dalam darah kita berkurang. Kondisi ini dapat mengurangi potensi kerusakan sel akibat oksidasi yang berlebihan, yang pada gilirannya bisa mengurangi risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker darah.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa penurunan risiko kanker darah karena donor darah belum terbukti secara mutlak atau universal dalam semua penelitian. Faktor risiko kanker darah lebih kompleks, melibatkan genetika, lingkungan, gaya hidup, dan kondisi medis lainnya.

Meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa donor darah rutin dapat mengurangi risiko kanker tertentu, termasuk kanker darah, ini bukanlah jaminan pasti bahwa donor darah akan sepenuhnya mencegah kanker darah. Namun, ini tetap dianggap sebagai salah satu manfaat kesehatan potensial dari donor darah rutin.

Apa Saja Manfaat dari Donor Darah Rutin?

Donor darah rutin memiliki berbagai manfaat baik untuk penerima darah maupun pendonor itu sendiri. Berikut adalah beberapa manfaatnya :

Manfaat untuk Pendonor :

1.      Meningkatkan Kesehatan Jantung

Donor darah rutin dapat mengurangi kadar zat besi dalam tubuh. Kadar zat besi yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sehingga dengan mendonorkan darah, risiko tersebut dapat berkurang.

2.      Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah

Setelah mendonorkan darah, tubuh akan memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang, yang dapat merangsang regenerasi sel darah merah yang lebih sehat.

3.      Mendeteksi Penyakit

Sebelum mendonorkan darah, pendonor akan menjalani tes kesehatan yang termasuk pemeriksaan kadar hemoglobin dan tes untuk beberapa penyakit menular. Ini memberikan kesempatan untuk mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin belum diketahui sebelumnya.

4.      Meningkatkan Kesehatan Mental

Donor darah memberi rasa kepuasan batin karena membantu orang lain yang membutuhkan darah. Hal ini dapat meningkatkan mood dan memberikan perasaan positif.

5.      Membantu Detoksifikasi Tubuh

Proses mendonorkan darah bisa membantu tubuh dalam membuang racun melalui sistem peredaran darah.

Manfaat untuk Penerima Darah :

1.      Menyelamatkan Nyawa

Donor darah memberikan kesempatan hidup bagi pasien yang membutuhkan, seperti pasien kecelakaan, penderita kanker, atau orang yang membutuhkan prosedur medis tertentu.

2.      Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien

Transfusi darah dapat membantu meningkatkan kondisi fisik pasien, mempercepat pemulihan setelah operasi besar atau perawatan medis lainnya.

Donor darah tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor, tetapi juga memiliki dampak besar bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah. Itulah mengapa mendonorkan darah secara rutin sangat dianjurkan.

 

                              

Referensi :

Terra, F. 2013. Anatomi Fisiologi Darah. Departemen Medical Bedah PSIK UMM.

Pribadi, T., Indrayanti, A. L., dan Yanti, E. V. 2018. Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Donor Darah di Palangka Raya. Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas, 3(1), 50-58.

Situmorang, P.R., Sihotang, W.Y., Novitarum, L. 2020. Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelayakan Donor Darah di STIKES Santa Elisabeth Medan Tahun 2019. Jurnal Analisis Medika Biosains (JAMBS), 7(2), 122-129.

Ayodonor. 2021. Palang Merah Indonesia. http://ayodonor.pmi.or.id/.

Ratna Damayanti, Siti Maryam, Fithri Setya Marwati. 2021. Pengabdian Donor Darah pada Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19. Universitas Islam Batik Surakarta.