Kamis, 20 Maret 2025 14:59 WIB

Diabetes Bisa Dicegah! Yuk, Rajin Periksa Gula Darah

Responsive image
10
Nety Rozali, S.Tr.Kes - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Apa itu gula darah? Gula darah merupakan gula atau glukosa dalam darah yang berasal dari makanan yang kita konsumsi sebagai sumber energi bagi tubuh. Gula darah dalam istilah medis disebut glukosa darah (blood glucose). Beberapa makanan yang mengandung gula yaitu nasi, kentang, sayuran, buah-buahan, jagung manis, roti, umbi-umbian dan madu. Gula di dalam tubuh manusia akan diserap oleh usus halus dan terdistribusi ke dalam semua sel tubuh melalui aliran darah. Gula disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot serta disimpan dalam plasma darah sebagai gula darah.

Kadar gula darah dalam tubuh diatur oleh hormon insulin dan glukagon yang dihasilkan pankreas. Gula darah memiliki nilai normal dalam tubuh, apabila terjadi penurunan kadar gula darah (hipoglikemia) maka akan menyebabkan seseorang pingsan. Apabila terjadi peningkatan kadar gula darah(hiperglikemia) atau peningkatan kadar HbA1c maka akan menimbulkan penyakit diabetes. jenis diabetes antara lain :

  • Diabetes tipe 1 yaitu diabetes yang disebabkan adanya hasil reaksi autoimun terhadap protein sel pankreas
  • Diabetes tipe 2 yaitu diabetes yang disebabkan gangguan sekresi insulin
  • Diabetes melitus gestasional yaitu diabetes yang terdiagnosis pada kehamilan trimester kedua atau ketiga

Gejala penyakit diabetes antara lain:

1.      Poliuria (sering buang air kecil)

2.      Polifagia (peningkatan nafsu makan yang berlebihan atau merasa cepat lapar)

3.      Polidipsia (sering merasa haus)

4.      Mudah lelah

5.      Penglihatan kabur

6.      Mengalami infeksi atau luka yang susah sembuh

7.      Penurunan berat badan

8.      Kesemutan dan nyeri atau mati rasa di tangan atau kaki

 

Faktor risiko Diabetes Mellitus antara lain:

1.      Merokok

2.      Berat badan berlebih

3.      Riwayat keluarga diabetes

4.      Kurang aktivitas fisik

5.      Gangguan toleransi glukosa

Taukah kamu diabetes melitus termasuk dalam skrining Penyakit Tidak Menular (PTM). Skrining PTM merupakan program Kementerian Kesehatan untuk mendeteksi dini faktor risiko dan penyakit tidak menular. Skrining PTM dapat dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas.

Kadar gula darah dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium. Pemeriksaan kadar gula darah secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah, skrining prediabetes dan kontrol rutin bagi penderita diabetes. Jenis pemeriksaan gula darah antara lain:

1.      Hemogblobin A1c (HbA1c)

Pemeriksaan HbA1c menggambarkan gula darah selama 3 bulan terakhir. Pemeriksaan A1c menggunakan sampel darah vena untuk mengukur rata-rata jumlah glukosa yang menempel pada haemoglobin. Hemoglobin A merupakan protein sel darah merah yang membawa oksigen. Sel darah merah rata-rata berusia 120 hari, sehingga glukosa terakumulasi pada haemoglobin selama 3 bulan. Nilai normal pemeriksaan kadar HbA1 c yaitu 5,7 – 6,4 %. Seseorang yang akan melakukan pemeriksaan HbA1c tidak perlu berpuasa terlebih dahulu.

2.      Gula Darah Sewaktu (GDS)

Pemeriksaan gula darah ini dilakukan tanpa harus berpuasa terlebih dahulu. Nilai normal kadar gula darah sewaktu yaitu <200>

3.      Gula Darah Puasa (GDP)

Pemeriksaan gula darah puasa dilakukan setelah seseorang puasa tidak makan dan minum (kecuali air putih) selama 10-12 jam. Nilai normal kadar gula darah puasa yaitu 74-109 mg/dL

4.      Gula darah 2 jam Post Prandial (GD2JPP)

Pemeriksaan ini digunakan untuk mengukur gula darah setelah makan dengan mengukur kadar gula darah setelah berpuasa 10-12 jam, kemudian makan dan dilakukan pemeriksaan gula darah kembali 2 jam setelah makan. Nilai normal kadar gula darah 2 jam postprandial yaitu <140>

5.      Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)

Pemeriksaan ini dilakukan dua kali yaitu setelah berpuasa 10-12 jam dan dua jam setelah minum larutan yang mengandung gula 75 gram. Nilai normal kadar gula darah pada tes toleransi glukosa yaitu <140>

 

Referensi:

American Diabetes Association Publication. 2020. Good to Know : Diabetes Symptoms and Test. Journal of Clinical Diabetes Vol. 38(1) No. 108

American Diabetes Association Publication. 2024. Diagnosis and Classification of Diabetes: Standards of Care in Diabetes. Journal of Clinical Diabetes Vol 47 S20-S42

Charles, Shamard. 2024. What Are Tests for Prediabetes?. https://www.verywellhealth.com/prediabetes-test-5214309. diunduh pada tanggal 9 November 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1792/MENKES/SK/XII/2019 tentang Pedoman Pemeriksaan Kimia Klinik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2013 Tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Skrining Penyakit Tidak Menular(PTM). https://satusehat.kemkes.go.id/platform/docs/id/interoperability/skrining-ptm/. diunduh pada tanggal 19 Desember 2024.

Lestari, Zulkarnain dan Sijid, Aisyah. 2021. Diabetes Melitus: Review Etiologi, Patofisiolo gi, Gejala, Penyebab, Cara Pemeriksaan, Cara Pengobatan dan Cara Pencegahan. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb.

Yudha, Egi Komara. 2014. Buku Pegangan Diabetes. Jakarta: Bumi Medika