Kamis, 06 Agustus 2026 10:07 WIB

Kenali Penyakit Jantung Lebih Awal untuk Mencegah Komplikasi yang Berbahaya

Responsive image
15
Promosi Kesehatan Tim Kerja TU RT Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Jantung merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi utama untuk memompa darah ke seluruh tubuh agar setiap organ mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Ketika fungsi jantung mengalami gangguan, maka keseimbangan kerja seluruh sistem tubuh dapat terganggu dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Penyakit jantung hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Tingginya angka kejadian penyakit jantung dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perubahan yaitu :

1.    Gaya hidup

2.    Pola makan yang tidak sehat

3.    Kurangnya aktivitas fisik

4.    Kebiasaan merokok

5.    Hipertensi

6.    Diabetes melitus

7.    Obesitas

8.    Serta kadar kolesterol yang tinggi

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penyakit jantung sering berkembang secara perlahan tanpa disadari. Banyak masyarakat merasa sehat karena belum mengalami keluhan namun proses kerusakan pembuluh darah dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Akibatnya sebagian penderita baru mengetahui dirinya mengalami penyakit jantung ketika kondisi sudah berat atau bahkan saat terjadi serangan jantung, oleh karena itu mengenali faktor risiko dan melakukan deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya.

Mengenal Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan istilah yang mencakup berbagai gangguan pada organ jantung maupun pembuluh darah yang berhubungan dengan fungsi jantung gangguan tersebut dapat menyebabkan jantung tidak mampu bekerja secara optimal dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Salah satu jenis penyakit jantung yang paling sering ditemukan adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, yaitu pembuluh darah yang berfungsi memberikan suplai oksigen dan nutrisi kepada otot jantung. Penyempitan tersebut umumnya terjadi akibat proses aterosklerosis yaitu penumpukan plak yang berasal dari kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lainnya pada dinding pembuluh darah. Apabila plak semakin menumpuk aliran darah menuju otot jantung akan berkurang sehingga dapat menyebabkan keluhan seperti nyeri dada. Jika terjadi penyumbatan total kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan jantung yang membutuhkan penanganan segera. Selain penyakit jantung koroner, terdapat beberapa jenis penyakit jantung lainnya seperti gagal jantung, gangguan irama jantung (aritmia), penyakit katup jantung, dan penyakit jantung bawaan.

Bagaimana Penyakit Jantung Dapat Terjadi?

Penyakit jantung umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba tetapi berkembang melalui proses yang berlangsung dalam waktu lama kebiasaan hidup yang kurang sehat dapat menyebabkan perubahan pada tubuh yang secara perlahan meningkatkan risiko gangguan jantung. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memberikan tekanan berlebih pada pembuluh darah sehingga menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah. Kondisi tersebut membuat kolesterol dan zat lainnya lebih mudah menempel serta membentuk plak. Selain itu kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes juga dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah. Kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jantung. Kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, serta menyebabkan darah lebih mudah membeku seiring waktu kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah hingga menyebabkan serangan jantung.

Faktor Risiko Penyakit Jantung

Risiko seseorang mengalami penyakit jantung dipengaruhi oleh berbagai faktor adapun beberapa faktor tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena terjadi perubahan pada pembuluh darah dan fungsi organ tubuh. Selain itu seseorang dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatannya karena memiliki risiko yang lebih tinggi. Oleh sebab itu mengetahui riwayat kesehatan keluarga dapat membantu seseorang melakukan pencegahan lebih awal disisi lain terdapat faktor risiko yang dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup. Faktor tersebut meliputi hipertensi, diabetes melitus, kadar kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, berat badan berlebih, pola makan tinggi lemak, gula, dan garam, serta stres yang tidak dikelola dengan baik mengendalikan faktor risiko tersebut kemungkinan terjadinya penyakit jantung dapat dikurangi dan kualitas hidup dapat tetap terjaga.

Kenali Gejala Penyakit Jantung Sejak Dini

Penyakit jantung sering terlambat ditangani karena gejalanya terkadang dianggap sebagai keluhan biasa namun beberapa tanda dapat menjadi peringatan awal adanya gangguan pada jantung. Gejala yang sering muncul antara lain :

1.    Nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada

2.    Dada terasa tertekan atau seperti tertindih

3.    Sesak napas

4.    Mudah lelah

5.    Jantung berdebar tidak teratur

6.    Keringat dingin

7.    Pusing

8.    Hingga kehilangan kesadaran.

Nyeri dada akibat gangguan jantung juga dapat menjalar ke bagian tubuh lain seperti lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung. Pada wanita, lansia, dan penderita diabetes, gejala penyakit jantung dapat muncul secara tidak khas. Keluhan dapat berupa mudah lelah, sesak ringan, atau rasa tidak nyaman pada bagian tubuh tertentu oleh karena itu perubahan kondisi tubuh yang tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan. Apabila seseorang mengalami nyeri dada yang berlangsung beberapa menit terutama disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar ke lengan kiri segera mencari pertolongan medis penanganan yang cepat dapat mengurangi kerusakan otot jantung dan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Komplikasi Penyakit Jantung

Penyakit jantung yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Serangan jantung merupakan salah satu komplikasi yang paling berbahaya, yaitu kondisi ketika aliran darah menuju otot jantung terhenti sehingga menyebabkan kerusakan jaringan jantung. Selain itu penyakit jantung juga dapat menyebabkan gagal jantung, yaitu kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal sehingga tubuh mengalami kekurangan suplai oksigen. Penderita gagal jantung dapat mengalami sesak napas, mudah lelah, dan pembengkakan pada kaki. Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah gangguan irama jantung, stroke, hingga henti jantung mendadak. Oleh karena itu pencegahan dan pengendalian penyakit jantung perlu dilakukan sejak dini agar risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Jantung

Deteksi dini merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit jantung berkembang menjadi kondisi yang lebih berat pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mengetahui adanya faktor risiko sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan.

1.    Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah

2.    Pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan kolesterol

3.    Pengukuran berat badan

4.    Serta pemeriksaan jantung seperti Elektrokardiografi (EKG) sesuai dengan kondisi

5.    Anjuran tenaga kesehatan

Pencegahan penyakit jantung dapat dimulai melalui penerapan gaya hidup sehat masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur, buah, ikan, dan sumber protein sehat, serta membatasi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam. Aktivitas fisik secara rutin juga penting dilakukan untuk menjaga fungsi jantung mengontrol berat badan, serta membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol. Selain itu berhenti merokok, mengelola stres, mencukupi waktu istirahat, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan jantung. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengajak masyarakat menerapkan perilaku CERDIK yaitu :

1.    Cek kesehatan secara berkala

2.    Enyahkan asap rokok

3.    Rajin aktivitas fisik

4.    Diet sehat dengan kalori seimbang

5.    Istirahat cukup

6.    Kelola stres

Bagi penderita penyakit jantung atau penyakit kronis lainnya, dianjurkan menerapkan perilaku PATUH yaitu :

1.    Melakukan pemeriksaan rutin

2.    Mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan serta menjaga pola hidup sehat secara konsisten

 

Referensi :

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Jantung Penyebab Utama Kematian, Kemenkes Perkuat Layanan Primer. https://kemkes.go.id.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kenali Gejala Jantung Sejak Dini. https://kemkes.go.id.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Perilaku CERDIK serta PATUH. https://ayosehat.kemkes.go.id.

Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Pedoman Tata Laksana Penyakit Kardiovaskular. https://inaheart.org.