Rabu, 19 Agustus 2026 10:04 WIB

Cegah Kanker Mulai Hari Ini Hidup Sehat adalah Investasi Terbaik

Responsive image
15
Promosi Kesehatan Tim Kerja TU RT Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Kanker adalah jenis penyakit yang terjadi karena pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tumbuh secara tidak terkendali. Sel-sel kanker bisa menyerang jaringan di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh yang lain dengan cara yang disebut metastasis. Penyakit ini bisa menyerang hampir semua bagian tubuh dan dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti : keturunan, bertambahnya usia, kebiasaan merokok, minum alkohol, makanan yang tidak sehat, kurang berolahraga, terpapar bahan-bahan beracun, serta infeksi tertentu. Meskipun kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia, banyak jenis kanker bisa dicegah dengan menjaga gaya hidup sehat dan dideteksi lebih dini melalui pemeriksaan skrining, sehingga peluang sembuh semakin besar.

Secara dunia, kanker adalah salah satu masalah kesehatan yang sangat penting. Berdasarkan Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), diperkirakan terdapat sekitar 20 juta kasus baru kanker dan 9,7 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia pada tahun 2022. Di Indonesia, menurut GLOBOCAN, terdapat sekitar 408.661 kasus baru kanker dan 242.099 orang meninggal karena kanker pada tahun 2022. Jenis kanker yang paling sering terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, kanker paru, kanker serviks, kanker kolorektal, serta kanker hati. Data tersebut menunjukkan bahwa kanker masih menjadi masalah besar bagi sistem kesehatan, sehingga diperlukan upaya-upaya untuk mencegah, mendeteksi lebih awal, serta memberikan pengobatan yang terbaik agar angka penderita dan kematian akibat kanker bisa berkurang.

Ketahui Penyebab Kanker

Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika DNA sel mengalami perubahan atau mutasi, sehingga sel tersebut tumbuh dan membelah diri secara tidak terkendali. Penyebab kanker datang dari berbagai hal, seperti : kebiasaan merokok, minum alkohol, makanan yang tidak sehat, berat badan berlebih, sedikit bergerak, terpapar sinar UV dan bahan beracun, infeksi virus atau bakteri tertentu seperti HPV, HBV, HCV, dan Helicobacter pylori, faktor genetik atau riwayat keluarga, serta bertambahnya usia. Kebanyakan faktor-faktor risiko tersebut bisa dihindari dengan menjalani gaya hidup sehat, mengurangi paparan bahan-bahan berbahaya yang bisa menyebabkan kanker, serta melakukan vaksinasi dan pemeriksaan awal sesuai saran tenaga kesehatan.

Gejala Kanker

Gejala kanker sangat bervariasi tergantung pada jenis dan lokasi kanker, namun secara umum meliputi :

a.      Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

b.      Kelelahan berkepanjangan

c.      Muncul benjolan atau pembengkakan.

d.      Nyeri yang menetap.

e.      Perdarahan atau keluarnya cairan yang tidak normal.

f.       Perubahan pada kulit atau tahi lalat.

g.      Batuk atau suara serak yang tidak kunjung sembuh.

h.      Perubahan pola buang air besar atau buang air kecil.

i.       Serta luka yang tidak kunjung sembuh.

Meskipun gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan kanker, keluhan yang berlangsung terus-menerus perlu segera diperiksakan ke tenaga kesehatan agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Berbagai Pilihan Penanganan Kanker, Terapi Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Kanker merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan secara menyeluruh dan terencana. Setiap pasien dapat memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pilihan terapi kanker tidak selalu sama. Jenis kanker, stadium penyakit, lokasi dan ukuran tumor, kondisi kesehatan pasien, hingga tujuan pengobatan menjadi pertimbangan dokter dalam menentukan terapi yang paling sesuai.

Penanganan kanker pada dasarnya bertujuan untuk mengendalikan atau menghilangkan sel kanker, mencegah penyebaran penyakit, mengurangi keluhan yang dirasakan pasien, serta mempertahankan kualitas hidup. Dalam praktiknya, pasien dapat memperoleh satu jenis terapi maupun kombinasi beberapa metode pengobatan.

Operasi atau pembedahan merupakan salah satu pilihan terapi, terutama apabila kanker masih dapat diangkat secara langsung. Melalui tindakan pembedahan, dokter berupaya mengangkat jaringan atau tumor kanker dengan tetap mempertimbangkan jaringan sehat di sekitarnya.

Selain operasi, kemoterapi dapat diberikan menggunakan obat-obatan tertentu yang bekerja untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhannya. Kemoterapi dapat digunakan sebagai terapi utama maupun dikombinasikan dengan tindakan lain, misalnya sebelum atau setelah operasi.

Pilihan lainnya adalah radioterapi, yaitu penggunaan radiasi berenergi tinggi yang diarahkan pada area tertentu untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Radioterapi dapat menjadi bagian dari rangkaian pengobatan, baik sendiri maupun bersama operasi dan kemoterapi.

Perkembangan ilmu kedokteran juga menghadirkan terapi target. Berbeda dengan kemoterapi yang bekerja secara lebih luas, terapi target dirancang untuk menyerang karakteristik atau molekul tertentu yang berperan dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Oleh karena itu, tidak semua pasien kanker dapat menggunakan terapi ini dan diperlukan pemeriksaan tertentu untuk menentukan kesesuaiannya.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan imunoterapi. Terapi ini membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker. Respons terhadap imunoterapi dapat berbeda pada setiap pasien sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis kanker dan kondisi masing-masing.

Untuk kanker yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormon, seperti beberapa jenis kanker payudara dan kanker prostat, dapat diberikan terapi hormon. Tujuannya adalah menghambat pengaruh hormon tertentu yang dapat membantu pertumbuhan sel kanker.

Sementara itu, pada beberapa jenis kanker darah, transplantasi sel punca dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan. Prosedur ini dilakukan pada kondisi dan indikasi tertentu untuk membantu membentuk kembali sistem pembentukan sel darah setelah terapi intensif.

Pengobatan kanker tidak hanya berfokus pada upaya mengatasi sel kanker. Perawatan suportif dan paliatif juga memiliki peranan penting, terutama dalam membantu mengendalikan gejala, mengatasi nyeri, memenuhi kebutuhan nutrisi, memberikan dukungan psikologis, serta membantu pasien mempertahankan kualitas hidup selama menjalani pengobatan.

Setelah rangkaian terapi selesai, pasien tetap membutuhkan pemantauan secara berkala. Kontrol rutin diperlukan untuk mengevaluasi respons tubuh terhadap pengobatan, memantau kondisi kesehatan, serta mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat tanda-tanda kanker kembali atau berkembang.

Dengan demikian, penanganan kanker bukanlah satu tindakan yang berlaku sama untuk semua orang. Dokter dapat mengombinasikan beberapa metode terapi berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien. Diagnosis yang tepat, pengobatan yang sesuai, pemantauan berkelanjutan, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam perjalanan pengobatan kanker.

Jika terdapat keluhan atau faktor risiko yang mengarah pada kanker, jangan menunda pemeriksaan. Semakin dini kanker ditemukan, semakin banyak pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan oleh tim medis.

 

Referensi :

International Agency for Research on Cancer. 2024. Global Cancer Observatory : Cancer Today (GLOBOCAN 2022). Lyon, France : IARC.

National Cancer Institute. 2019. Symptoms of Cancer. https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/symptoms.

National Comprehensive Cancer Network. 2025. NCCN Guidelines for Patients. https://www.nccn.org/patients.

Sung H, Ferlay J, Siegel RL, Laversanne M, Soerjomataram I, Jemal A, Bray F. Global Cancer Statistics 2020 : GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers in 185 Countries. CA Cancer J Clin. 2021 : 71 : 209-249. https://doi.org/10.3322/caac.21660.

World Health Organization. 2025. Cancer. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer.