Gejala yang Perlu Diwaspadai dan Cara Menjaga Kesehatan Ginjal
Ginjal merupakan sepasang organ penting yang bekerja tanpa henti untuk menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa metabolisme serta kelebihan cairan melalui urine. Selain itu, ginjal turut berperan dalam mengatur keseimbangan elektrolit, membantu mengendalikan tekanan darah, serta menghasilkan hormon yang mendukung pembentukan sel darah merah.
Masalahnya, gangguan ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang khas. Seseorang dapat merasa sehat meskipun fungsi ginjalnya mulai menurun. Akibatnya, penyakit ginjal tidak jarang baru diketahui ketika kerusakan sudah cukup berat.
Gagal ginjal merupakan kondisi ketika fungsi ginjal mengalami penurunan berat sehingga ginjal tidak mampu menjalankan tugasnya secara optimal dalam membuang zat sisa, mengatur cairan, dan menjaga keseimbangan berbagai zat di dalam tubuh. Gangguan fungsi ginjal dapat terjadi secara mendadak atau berkembang dalam jangka waktu yang panjang.
Gagal ginjal akut terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara cepat dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, penyakit ginjal kronis berkembang secara bertahap dan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang menetap. Semakin berat gangguan fungsi ginjal, semakin banyak zat sisa dan cairan yang dapat menumpuk di dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan dan komplikasi.
Mengapa Gagal Ginjal Perlu Diwaspadai?
Ginjal memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik. Bahkan ketika sebagian fungsi ginjal telah menurun, seseorang belum tentu langsung merasakan gejala. Inilah yang membuat penyakit ginjal sering disebut sebagai kondisi yang dapat berkembang secara diam-diam. Gejala biasanya mulai lebih terasa ketika gangguan fungsi ginjal sudah semakin berat.
Beberapa penyakit, seperti diabetes dan hipertensi, merupakan penyebab penting penyakit ginjal kronis. Kebiasaan hidup yang kurang sehat, penggunaan obat tertentu secara tidak tepat, serta beberapa penyakit lain juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal. Mengenali perubahan pada tubuh dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk menemukan gangguan ginjal sedini mungkin.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala gangguan ginjal dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan juga tidak selalu berarti seseorang mengalami gagal ginjal karena dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Namun, beberapa perubahan berikut perlu diperhatikan, terutama jika muncul terus-menerus atau disertai faktor risiko penyakit ginjal.
1. Mudah Lelah dan Tubuh Terasa Lemah.
Rasa lelah yang tidak biasa dapat terjadi pada seseorang dengan gangguan fungsi ginjal. Pada penyakit ginjal kronis, penurunan produksi hormon eritropoietin dapat menyebabkan berkurangnya pembentukan sel darah merah dan memicu anemia. Akibatnya, tubuh dapat lebih mudah merasa lelah, lemah, kurang bertenaga, atau sulit berkonsentrasi.
2. Perubahan Pola Buang Air Kecil.
Perubahan pada frekuensi maupun karakteristik urine dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Sebagian orang dapat mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hari. Sebaliknya, pada gangguan ginjal yang berat, jumlah urine dapat berkurang secara signifikan.
Urine yang berbusa secara menetap juga perlu diperiksakan karena dapat berkaitan dengan adanya protein dalam urine. Sementara itu, urine berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan dapat menunjukkan adanya darah dalam urine. Meski demikian, perubahan urine tidak selalu disebabkan oleh penyakit ginjal. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
3. Pembengkakan pada Tubuh.
Ketika ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan dan natrium dengan baik, cairan dapat menumpuk di dalam tubuh.
Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan, terutama pada :
- Kaki dan pergelangan kaki
- Tangan
- Wajah atau sekitar mata
Pembengkakan yang muncul tanpa sebab yang jelas, menetap, atau semakin bertambah sebaiknya tidak diabaikan.
4. Sesak Napas
Sesak napas dapat terjadi pada gangguan ginjal berat akibat penumpukan cairan di dalam tubuh yang dapat memengaruhi paru-paru. Selain itu, anemia yang berkaitan dengan penyakit ginjal kronis juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga seseorang lebih mudah merasa sesak atau lelah. Namun, sesak napas memiliki banyak kemungkinan penyebab. Jika muncul secara tiba-tiba atau berat, segera dapatkan pertolongan medis.
5. Kulit Kering dan Gatal.
Gangguan fungsi ginjal yang berat dapat menyebabkan perubahan keseimbangan mineral dan zat kimia di dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat disertai kulit kering dan rasa gatal. Gatal yang berlangsung lama, terutama jika disertai keluhan lain seperti pembengkakan atau perubahan urine, perlu dievaluasi oleh tenaga medis.
6. Mual, Muntah, atau Nafsu Makan Menurun.
Ketika fungsi ginjal mengalami penurunan berat, zat sisa metabolisme dapat menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan mual, muntah, perubahan rasa pada makanan, hingga penurunan nafsu makan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menyebabkan asupan makanan berkurang dan berat badan ikut menurun.
7. Kram Otot dan Kesemutan.
Gangguan fungsi ginjal dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit dan mineral dalam tubuh. Perubahan tersebut dapat menyebabkan keluhan seperti kram otot, kelemahan, atau sensasi kesemutan. Keluhan kesemutan juga memiliki banyak penyebab lain sehingga tidak dapat digunakan sebagai tanda pasti adanya gagal ginjal.
8. Nyeri di Pinggang atau Sisi Punggung.
Nyeri di daerah pinggang atau sisi punggung dapat berkaitan dengan sejumlah masalah pada saluran kemih dan ginjal, seperti batu ginjal atau infeksi ginjal. Namun, nyeri pinggang bukan merupakan gejala khas gagal ginjal kronis. Oleh karena itu, nyeri yang menetap, berat, atau disertai demam dan perubahan urine sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.
9. Gangguan Tidur
Gangguan tidur dapat dialami oleh sebagian orang dengan penyakit ginjal kronis. Rasa tidak nyaman, gatal, perubahan pola buang air kecil pada malam hari, maupun kondisi lain yang menyertai penyakit ginjal dapat mengganggu kualitas tidur. Keluhan sulit tidur yang berlangsung terus-menerus perlu mendapat perhatian karena juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan lainnya.
10. Tekanan Darah Tinggi.
Hubungan antara ginjal dan tekanan darah sangat erat. Ginjal membantu mengatur keseimbangan cairan serta berbagai mekanisme yang berpengaruh terhadap tekanan darah. Ketika fungsi ginjal terganggu, tekanan darah dapat meningkat. Sebaliknya, hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang juga dapat merusak pembuluh darah ginjal dan mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Karena itu, menjaga tekanan darah tetap terkontrol merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan ginjal.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Gangguan Ginjal?
Beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit ginjal, terutama penyakit ginjal kronis. Faktor tersebut antara lain :
- Diabetes yang tidak terkontrol.
- Tekanan darah tinggi.
- Penyakit jantung dan pembuluh darah.
- Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.
- Pernah mengalami gangguan atau cedera ginjal tertentu.
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Kebiasaan merokok
- Penggunaan obat tertentu secara tidak tepat atau berlebihan.
- Bertambahnya usia
Seseorang yang memiliki faktor risiko sebaiknya tidak menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan kondisi ginjal.
Bagaimana Mengetahui Fungsi Ginjal?
Gejala saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang mengalami gagal ginjal. Dokter dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan keluhan dan faktor risiko, kemudian menentukan pemeriksaan yang diperlukan.
Pemeriksaan dapat meliputi :
- Pemeriksaan darah, termasuk kadar kreatinin dan perhitungan fungsi penyaringan ginjal atau eGFR.
- Pemeriksaan urine, antara lain untuk mengetahui adanya protein atau albumin dan darah dalam urine.
- Pengukuran tekanan darah.
- Pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi, apabila diperlukan untuk melihat kondisi struktur ginjal dan saluran kemih.
- Pemeriksaan lainnya sesuai kondisi dan pertimbangan dokter.
Pemeriksaan tersebut membantu mengetahui apakah terdapat gangguan fungsi ginjal serta mencari kemungkinan penyebabnya.
Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Ginjal?
Tidak semua penyakit ginjal dapat dicegah. Namun, risiko terjadinya kerusakan ginjal dan komplikasinya dapat dikurangi dengan menjaga kesehatan secara konsisten.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain :
1. Kendalikan Tekanan Darah dan Gula Darah.
Hipertensi dan diabetes merupakan dua kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dalam jangka panjang. Jika memiliki salah satu atau keduanya, lakukan kontrol secara rutin dan ikuti pengobatan yang diberikan dokter.
2. Terapkan Pola Makan Seimbang.
Pilih makanan yang beragam dan bergizi seimbang. Batasi konsumsi garam, makanan ultra-proses, serta makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh.
Pola makan juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Orang yang telah mengalami penyakit ginjal mungkin memerlukan pengaturan asupan tertentu berdasarkan anjuran dokter atau ahli gizi.
3. Pertahankan Berat Badan yang Sehat.
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes dan hipertensi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan ginjal.
Menjaga berat badan melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
4. Berhenti Merokok
Merokok dapat berdampak buruk pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko berbagai penyakit yang juga dapat memengaruhi kesehatan ginjal.
Berhenti merokok merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
5. Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur.
Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan, tekanan darah, dan kesehatan jantung. Pilih jenis aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh dan lakukan secara rutin.
6. Gunakan Obat Secara Bijak.
Jangan mengonsumsi obat pereda nyeri, suplemen, maupun obat herbal secara berlebihan atau tanpa petunjuk yang tepat. Beberapa obat dapat memengaruhi fungsi ginjal, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau pada orang dengan kondisi ginjal tertentu.
Jika memiliki penyakit kronis atau sedang menjalani pengobatan tertentu, konsultasikan penggunaan obat dengan dokter.
7. Cukupi Kebutuhan Cairan Sesuai Kondisi Tubuh.
Minumlah air sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan. Tidak semua orang membutuhkan jumlah cairan yang sama, terutama pasien yang sudah mengalami gangguan fungsi ginjal atau memiliki kondisi medis tertentu.
Karena itu, anjuran jumlah cairan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan rekomendasi tenaga kesehatan.
8. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala.
Pemeriksaan rutin sangat penting bagi orang yang memiliki risiko penyakit ginjal, terutama penderita diabetes dan hipertensi.
Deteksi lebih awal memungkinkan faktor penyebab dan kondisi yang mendasari dapat ditangani sebelum kerusakan ginjal berkembang lebih jauh.
Jangan Menunggu Gejala Menjadi Berat
Gangguan ginjal dapat berkembang tanpa memberikan tanda yang jelas pada tahap awal. Karena itu, merasa sehat bukan berarti fungsi ginjal pasti dalam keadaan baik.
Waspadai perubahan pada pola buang air kecil, pembengkakan, kelelahan yang menetap, tekanan darah yang sulit dikendalikan, maupun keluhan lain yang berlangsung terus-menerus. Terlebih jika memiliki diabetes, hipertensi, atau faktor risiko penyakit ginjal lainnya.
Menjaga ginjal bukan hanya dilakukan ketika sudah sakit. Pemeriksaan berkala, pola hidup sehat, pengendalian penyakit penyerta, serta penggunaan obat yang tepat merupakan bagian penting untuk mempertahankan fungsi ginjal dan mencegah komplikasi.
Referensi :
Susanti, C. S. 2020. Pengaruh Coaching Support Terhadap Kepatuhan Penderita Chronic Kidney Disease (CKD). Jurnal Kesehatan STIKES Adi Husada, Surabaya.
Siagian, K. N. 2018. Identifikasi Penyebab Penyakit Ginjal Kronik pada Usia di Bawah 45 Tahun di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Ginjal Rasyida Medan Tahun 2015. Jurnal Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Ridgway, A., et al. 2022. Nocturia and Chronic Kidney Disease : Systematic Review and Nominal Group Technique Consensus on Primary Care Assessment and Treatment. European Urology Focus. DOI: 10.1016/j.euf.2021.12.010.
Tan, L. H., et al. 2022. Insomnia and Poor Sleep in CKD : A Systematic Review and Meta-analysis. Kidney Medicine. DOI: 10.1016/j.xkme.2022.100458.
Portolés, J., et al. 2021. Anemia in Chronic Kidney Disease : From Pathophysiology and Current Treatments, to Future Agents. Frontiers in Medicine.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Kidney Disease.
National Kidney Foundation (NKF). Chronic Kidney Disease (CKD).