Rabu, 23 September 2026 14:08 WIB

Budayakan Keselamatan Pasien RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Perkuat Komitmen Pelayanan Bermutu

Responsive image
KML - RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
35

Makassar  - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, menegaskan kembali pentingnya menempatkan keselamatan dan mutu pelayanan sebagai prioritas mutlak yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam pembukaan Workshop Keselamatan Pasien Tahun 2026 yang mengangkat tema "Bersama Mewujudkan Pelayanan Yang Aman, Bermutu dan Berkelanjutan" di Auditorium lantai 8, Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Selasa, 22 September 2026.

Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B., FICS., FISQua., AIFO-K dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama. Menurutnya, pelayanan kesehatan selalu mengandalkan sistem yang mampu mencegah insiden secara proaktif, bukan sekadar bertindak setelah insiden terjadi (blaming culture).

"Pelayanan kesehatan tentunya memiliki risiko. Karena itu, rumah sakit harus membangun sistem yang mampu mencegah insiden sedini mungkin, mengenali risikonya, mendorong pelaporan, melakukan pembelajaran dari setiap kejadian, serta memastikan perbaikan dilakukan secara berkelanjutan," ujar dr. Annas. di hadapan para ketua komite, kepala instalasi, kepala departemen, dan jajaran staf rumah sakit.

Ia juga menyoroti pentingnya budaya pelaporan yang transparan dan konstruktif dari unit-unit terkecil rumah sakit. Tingginya angka pelaporan insiden di tingkat unit, lanjutnya, bukanlah cerminan dari sistem mutu yang lemah, melainkan bentuk kewaspadaan (awareness) bahwa seluruh jajaran telah memahami potensi risiko dan berfokus pada pencarian solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Mutu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Ns. Saridawati, S.Kep., menjelaskan bahwa kegiatan workshop ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia yang jatuh pada bulan September. Ia menekankan bahwa enam sasaran keselamatan pasien harus diimplementasikan secara nyata di lingkungan unit kerja masing-masing.

"Melalui workshop ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam praktik pelayanan sehari-hari. Mulai dari identifikasi pasien yang benar hingga bagaimana kita mengimplementasikan sasaran keselamatan tersebut di unit terkecil kita," kata Ns. Saridawati.

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran direksi, para kepala dan kasub instalasi, para DPJP serta para narasumber dari Jakarta ini diharapkan mampu memberikan penyegaran kembali terkait manajemen risiko, mitigasi, pelaporan, dan pencegahan insiden.

Pihak manajemen menekankan bahwa budaya keselamatan pasien harus dimulai dari hal-hal kecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang demi mewujudkan layanan kesehatan yang semakin aman, bermutu tinggi, dan berorientasi pada keselamatan pasien sebagai prioritas nomor satu.***