Selasa, 06 Januari 2026 08:32 WIB

Vaksin Dengue dan Manfaatnya

Responsive image
47
Promosi Kesehatan Tim Kerja Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit endemis yang cenderung meningkat penyebarannya dalam beberapa tahun terakhir. Negara-negara di Asia merupakan negara dengan kasus DBD tertinggi di dunia, salah satu contohnya yaitu Indonesia. Kasus DBD di Indonesia pada tahun 2020 dengan jumlah kasus mencapai 95.893 dan kasus kematian sebanyak 661 kasus (Departemen Kesehatan RI, 2020). Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini terbagi atas 4 macam serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4 berdasarkan materi genetiknya. Perbedaan serotipe ini menyebabkan infeksi terhadap salah satu serotipe tidak membentuk antibodi yang kuat untuk infeksi virus dengue dengan serotipe lainnya. Sampai saat ini pengobatan DBD hanya bersifat suportif, belum ditemukan antivirus yang spesifik untuk penyakit ini. Adapun langkah pencegahan yang sering dilakukan untuk mengatasi masalah ini ialah dengan mengendalikan vektor nyamuk.

Vaksinasi merupakan salah satu strategi untuk mengatasi infeksi dengue yang dapat menyebabkan kematian. Akan tetapi, vaksin untuk salah satu serotipe virus dengue tidak memberikan perlindungan yang efektif terhadap infeksi dengan serotipe lainnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan vaksin ideal yang dapat memicu antibodi terhadap infeksi dengue dengan serotipe yang berbeda-beda. Sampai sekarang ini, usaha untuk pengembangan vaksin untuk virus dengue terus dilakukan. Pengembangan vaksin dengue dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan pesat dan sedang dalam tahap uji klinis terakhir.

Manfaat Vaksin Dengue

Vaksin dengue adalah vaksin yang dirancang untuk melindungi seseorang dari infeksi virus dengue. Seperti halnya vaksin lainnya, vaksin dengue belum mampu memberikan perlindungan hingga 100% terhadap infeksi virus dengue. Oleh karena itu, meskipun seseorang telah divaksinasi dengan vaksin dengue, mereka masih berisiko terkena DBD, kedepan diharapkan setelah penderita sembuh dapat menyebabkan kekebalan seumur hidup terhadap serotipe virus yang sama. Antibodi non-netralisasi berpotensi meningkatkan terjadinya replikasi virus. Hal ini dapat memperparah keadaan penderita. Antibodi non-netralisasi mendasari lahirnya teori infection enhancing antibody berdasarkan peran sel fagosit manonuklear yang melingkupi sel makrofag dalam peredaran darah (monosit) akan dengan mudah terinfeksi virus sehingga menjadi aktif untuk melepaskan sitokin yang berlebihan dan menyebabkan peningkatan mediator inflamasi (badai sitokin). Mediator tersebut menyebabkan terjadinya kenaikan permeabilitas kapiler dan mengakibatkan kebocoran plasma dibuktikan dengan peningkatan hematokrit 10%-15% di atas nilai baseline.

Saat ini belum ada pengobatan spesifik untuk dengue, sehingga vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit ini. Vaksin dengue memberikan perlindungan melawan empat jenis virus dengue yang berbeda, sehingga dapat membantu mencegah infeksi dan mengurangi risiko komplikasi yang serius. Vaksin dengue dapat mengurangi risiko terjadinya DBD secara signifikan. Menurut hasil uji klinis, vaksin dengue dapat mengurangi risiko terjadinya DBD sekitar 60-90% tergantung pada jenis vaksin yang digunakan dan kondisi geografis tempat vaksinasi diberikan.

Jenis Vaksin DBD di Indonesia

1. Dengvaxia

Vaksin ini ditujukan bagi orang yang sudah pernah terinfeksi virus dengue atau pernah menderita demam berdarah, khususnya pada anak usia 9-16 tahun. 

Vaksin Dengvaxia tidak boleh diberikan kepada orang yang belum pernah terinfeksi virus dengue karena justru bisa menimbulkan gejala DBD yang parah. Oleh karena itu, perlu dilakukan dahulu pemeriksaan darah untuk memastikan penerima vaksin sudah pernah terinfeksi virus dengue.

Vaksin dengue ini diberikan sebanyak 3 (tiga) dosis, dengan jarak pemberian antardosis 6 (enam) bulan.

2. Qdenga

Vaksin Qdenga ditujukan bagi orang yang belum pernah terinfeksi virus dengue maupun yang sudah pernah terinfeksi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan rentang usia usia 6-45 tahun. 

Vaksin Qdenga berisi 4 strain virus dengue yang sudah dilemahkan, agar sistem imun tubuh dapat mengenali dan melawan keempat strain atau varian virus dengue. Vaksin DBD ini diberikan sebanyak 2 (dua) dosis, dengan jarak antardosis 3 (tiga) bulan. 

Pemberian vaksin DBD dapat membantu sistem imun untuk melawan serangan virus dengue. Namun, diperlukan juga tubuh yang sehat dan daya tahan tubuh yang kuat agar sistem imun tersebut dapat bekerja secara maksimal. 

Untuk memperkuat daya tahan tubuh, konsumsilah makanan yang kaya akan nutrisi, terutama vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral yang sudah terkenal mampu meningkatkan daya tahan tubuh adalah vitamin C, vitamin D, dan zinc. Nutrisi ini banyak terdapat dalam buah-buahan beraneka warna. 

Anda tetap bisa mencukupi asupan vitamin dan mineral secara praktis dengan mengonsumsi jus buah siap minum. Namun, ingat, pilihlah jus yang dibuat secara higienis dari buah asli tanpa ditambahkan pemanis.

 

Referensi :

Irma F. Wahongan, dkk. 2022. Review - Strategi dan Tantangan Pengembangan Vaksin Demam Berdarah. Jurnal Farmasi Universitas Sam Ratulangi Menado.

Ni Made Indriyani, dkk. 2021. Inovasi Vaksin Dengue : Meningkatkan Perlindungan dan Mengatasi Demam Berdarah Dengue di Masa Depan. Jurnal Kesehatan Stikes Advaita Medika, Tabanan, Bali.

Dayan, L Villar et al. 2021. Efficacy of a Tetravalent Dengue Vaccine in Children in Latin America. New England Journal of Medicine 384.

Hadinegoro, S.R. et al. 2021. Efficacy and Long-Term Safety of a Dengue Vaccine in Regions of Endemic Disease. New England Journal of Medicine.