Diabetes Mellitus (DM) atau sering disebut sebagai penyakit kencing manis merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau karena tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Secara umum penatalaksanaan DM terdapat 4 (empat) cara penanganan untuk menjaga kontrol kadar gula darah yaitu : terapi menggunakan obat atau farmakologi, terapi gizi dan nutrisi, edukasi manajemen diabetes mandiri, dan aktifitas fisik. Aktifitas fisik merupakan elemen penting dalam mencegah dan mengelola serta mengontrol DM tipe 2. Hal ini dikarenakan adanya perbaikan secara akut maupun kronis dari aksi dan kepekaan sel terhadap insulin. Olahraga adalah gerakan badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh (Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas), 2014. Pengecekan kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan untuk mengetahui pengaruh akut dari latihan yang dilakukan aktivitas fisik merupakan salah satu pilar yang dalam penatalaksanaan DM untuk meningkatkan kepekaan sel terhadap insulin dalam memproses glukosa menjadi energi. Orang dewasa yang mengalami diabetes mellitus dianjurkan untuk melakukan olahraga aerobik intensitas sedang selama total 150 menit dalam seminggu. Olahraga aerobik intensitas sedang ditandai dengan nafas yang mulai cepat, masih bisa berbicara jelas ketika melakukan olahraga contohnya ketika melakukan jalan santai dan bersepeda. Jalan kaki merupakan aktivitas fisik dan juga bisa merupakan olahraga. Jalan kaki dikategorikan sebagai olahraga apabila dilakukan secara berkelanjutan selama minimal 30 menit.
Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Olahraga
Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum olahraga :
1. Cek kadar gula darah sebelum olahraga.
2. Gunakan alas kaki yang nyaman untuk mencegah luka di kaki.
3. Bila minum obat diabetes atau suntik insulin, cek kadar gula darah 30 menit sebelum olahraga dan setiap 30 menit setelahnya untuk memastikan kadar gula darah stabil.
4. Kadar gula darah antara 120-180 mg/dL tergolong aman untuk olahraga.
5. jika kadar gula darah di bawah 100 mg/dL dibutuhkan asupan karbohidrat untuk mencegah hipoglekemia.
6. Tunda olahraga bila kadar gula darah di atas 300 mg/dL.
7. Kenali tanda-tanda hipoglikemia.
8. Siapkan tablet gula sebagai antisipasi pertolongan pertama saat hipoglikemia.
Anda sebaiknya menghentikan olahraga bila mengalami gejala hipoglikemia, seperti :
1. Merasa gemetar, lemas, dan linglung
2. Berkeringat banyak
3. Jantung berdegup kencang
4. Sakit kepala
5. Pucat
6. Detak jantung cepat
7. Kadar gula darah <79 mg/dl
Manfaat Olahraga
Berikut ini adalah beberapa manfaat olahraga untuk penderita diabetes :
1. Mengontrol kadar gula darah.
2. Meningkatkan sensitivitas insulin.
3. Membantu menurunkan berat badan dan menjaga berat badan ideal.
4. Meningkatkan level kebugaran tubuh.
5. Meningkatkan sistem imun.
6. Menurunkan risiko komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung dan stroke.
7. Membantu menjaga kadar gula darah tetap normal tanpa harus minum obat.
8. Menjaga kesehatan sendi dan fleksibilitas.
9. Membantu menjaga suasana hati.
Untuk mendapatkan segala manfaat di atas, penderita diabetes sebaiknya berolahraga minimal selama 30 menit sehari, atau 150 menit seminggu.
Jenis Olahraga untuk Diabetes
Terdapat beberapa jenis olahraga, yaitu aerobik, latihan beban (resistance/strength training), dan fleksibilitas. Anda dapat mengombinasikan semuanya untuk mendapatkan masing-masing manfaat olahraga tersebut.
Beberapa macam olahraga untuk penderita diabetes, antara lain :
1. Jalan cepat
Berjalan cepat selama 30 menit sehari dapat membantu menurunkan kadar gula darah, menjaga kadar HbA1C, tekanan darah, dan menurunkan indeks massa tubuh.
Namun, pastikan Anda memilih sepatu yang nyaman untuk mencegah luka pada kaki.
2. Bersepeda
Selain berjalan, bersepeda juga merupakan salah satu olahraga aerobik yang baik untuk penderita diabetes.
Orang yang punya diabetes biasanya juga mengalami komplikasi berupa radang sendi dan masalah saraf (neuropati). Hal itu membuat mereka membutuhkan olahraga low-impact. Bersepeda bisa jadi salah satu opsinya.
3. Berenang
Olahraga low impact lain yang juga bagus untuk penderita diabetes adalah berenang. Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa olahraga di air selama 8 minggu bisa membantu orang dengan diabetes tipe 2 meningkatkan kebugaran, kekuatan, dan fungsi pembuluh darah.
Hal ini berarti berenang juga dapat membantu mencegah komplikasi diabetes.
4. Latihan beban
Olahraga dengan menggunakan beban termasuk salah satu yang bagus untuk mengendalikan kadar gula darah penderita diabetes. Ditambah lagi, latihan beban dapat meningkatkan massa otot sekaligus menurunkan jumlah kalori yang dibakar.
5. Yoga
Mengendalikan stres adalah salah satu cara menjaga kadar gula darah tetap normal. Salah satu olahraga yang dapat membantu menurunkan stres adalah yoga. Olahraga yoga untuk penderita diabetes diketahui dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah, dan berat badan.
Referensi :
Tri Setyawati, dkk. 2023. Edukasi Diet dan Olahraga dalam Menurunkan Kadar Glukosa Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal kedokteran Universitas Tadulako Palu.
Ahmad. W., Djafar. H., Indriasari. R. 2014. Gambaran Skor Kualitas Makanan, Aktifitas Dengan Kadar Gula Darah Penyakit DM Tipe 2. Available from : www.repository.unhas.ac.id.
Berawi. K.N., Fiana. D.N., Putri. A. 2014. Pengaruh Senam Aerobik Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa pada Peserta Senam Aerobik di Pusat Kebugaran Sonia Bandar Lampung. Med Jour Lamp Univ. 4 : 3.
Puji. I., Supriyatno. H., Santoso. A. 2007. Pengaruh Latihan Fisik; Senam Aerobik Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita DM Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Bukateja Purbalingga. Media Ners. 1 : 89-99.