Diare (diarrheal disease) berasal dari kata diarroia (Bahasa Yunani) yang berarti mengalir terus, diare merupakan keadaan buang air besar dalam keadaan abnormal dan lebih cair dari biasanya dan dalam jumlah 3 (tiga) kali atau lebih dalam periode 24 jam. Diare salah satu penyakit disebabkan oleh infeksi mikroorganisme. Semua golongan umur dapat berisiko menderita penyakit diare mulai dari bayi sampai orang dewasa. Diare masih menjadi masalah secara global sampai saat ini dan masih menjadi perhatian serius dari berbagai negara. Hal tersebut dilaporkan dalam World Health Organization (WHO) yang menggambarkan kasus kejadian diare di dunia pada tahun 2024 - 2025 menyatakan hampir terdapat 1,7 milyar kasus penyakit diare yang terjadi pada anak-anak dengan jumlah kematian 444.000 - 495.000 anak meninggal setiap tahun di seluruh dunia.
Wilayah Asia Tenggara menempati urutan kedua jumlah kematian balita yang disebabkan oleh diare. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan. Mencuci tangan merupakan suatu tindakan preventif dan penanggulangan penyakit diare yang menjadi program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah. Mencuci tangan merupakan sebuah proses menggosok kedua permukaan tangan dengan kuat secara bersamaan dengan menggunakan zat pembersih atau sabun yang sesuai dan dibilas dengan menggunakan air mengalir dengan tujuan mikroorganisme yang ada ditangan.
Indikator PHBS
Berikut sejumlah kegiatan yang menjadi indikator keberhasilan PHBS :
1. Cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.
Salah satu contoh perilaku hidup bersih dan sehat adalah membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan, karena tangan seringkali menjadi sarana penyebaran bakteri dan virus penyebab penyakit.
2. Mengonsumsi makanan sehat.
Konsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayur, bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, serta serat yang penting untuk kesehatan tubuh.
3. Menjaga kebersihan toilet.
Hal itu karena toilet sering menjadi sarang virus dan bakteri yang bisa menyebabkan penyakit.
4. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
Aktivitas fisik bisa berupa olahraga ataupun aktivitas non-olahraga yang melibatkan gerakan dan keluarnya tenaga. Memiliki gaya hidup aktif setiap hari penting.
5. Tinggalkan gaya hidup tidak sehat.
Selain merokok, hindari juga kebiasaan begadang, gaya hidup yang kurang aktif bergerak, dan mengonsumsi alkohol berlebih.
6. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kamu bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan genangan air untuk membasmi jentik nyamuk, dan menggunakan air secukupnya.
7. Mendukung kesehatan ibu dan anak.
Tidak hanya untuk kesehatan diri sendiri, gerakan PHBS juga untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
Penyakit diare dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor, yaitu faktor pertama pelaku atau orangnya, faktor agent yang dapat menyebabkan terjadinya diare dan faktor lingkungan yang kotor.
1. Pada orang atau anak yang berperilaku melakukan cuci tangan tanpa sabun atau bahkan jarang melakukan cuci tangan semakin sering ditemukan kejadian diare, sedangkan pada kelompok yang telah terbiasa melakukan cuci tangan dengan sabun sangat jarang ada kejadian diare. Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit diare yang disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat seperti kebiasaan anak anak tidak mencuci tangan sebelum mengkonsumsi makanan. Dimana tangan merupakan salah bagian tubuh yang paling mudah tercemar kotoran. Jika masalah ini tidak diatasi maka akan meningkatkan resiko penyakit diare. Selain itu perilaku mencuci tangan menggunakan sabun yang kurang baik masih tinggi ditemukan pada anak usia sekolah, maka dalam hal tersebut dibutuhkannya peningkatan pengetahuan dan kesadaran anak anak sekolah serta pentingnya mencuci tangan dengan menggunakan sabun sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2.Menurut penelitian yang dilakukan pada anak sekolah, diperoleh hasil bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak sekolah adalah kebiasaan mencuci tangan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak sekolah yang memiliki perilaku baik dalam mencuci tangan lebih kecil terkena diare sebesar 23,3% dibandingkan anak anak yang memiliki pengetahuan rendah akan lebih besar terkena diare sebesar 73,3%. Selain itu hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencuci tangan yang baik maka tidak mudah terkena diare sebesar 44,6%, sedangkan perilaku mencuci tangan yang kurang baik maka sangat mudah terkena diare sebesar 55,4%. Dalam hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara perilaku mencuci tangan dengan kejadian diare dimana salah satu faktor perilaku seseorang dipenggaruhi oleh pengetahuan.
3.Dari penelitian tersebut juga diperoleh kesimpulan bahwa pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk membentuk sebuah tindakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perilaku hanya mencuci tangan masih banyak yang mengalami kejadian diare sebesar 46?n anak yang memiliki perilaku mencuci tangan yang baik dan benar masih mengalami kejadian diare sebesar 10%. Sehingga pada peneitian ini tidak ada ditemukannya hubungan antar variabel dalam penelitian ini, kemungkinan disebabkan karena adanya faktor lain yang mempengaruhi kejadian diare seperti kebiasaan buruk mengkonsumsi makanan yang kurang sehat.
4. Diare juga dapat terjadi karena beberapa faktor di antaranya adalah faktor infeksi, faktor malabsorbsi, faktor makanan, faktor psikilogis, faktor lingkungan dan faktor personal hygiene yang kurang. Namun pada dasarnya semua tergantung dari personal hygiene setiap orang apabila seseorang mampu untuk menjaga dan merawat dirinya sendiri dan tidak menganggap hal tersebut sepele mengenai personal hygiene maka virus tidak mudah menyerang tubuh dan menyebabkan diare.
5. Upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah dapat dilakukan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di ruang lingkup sekolah dimana salah satu indikatornya yang dapat diterapkan adalah perilaku mencuci tangan menggunakan sabun serta dapat melakukan edukasi terkait pencegahan diare kepada anak sekolah untuk meningkat pengetahuan.
Referensi :
Lucky J. Bowei, dkk. 2019. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare di Sekolah Dasar Katolik Santa Maria Manembo-Nembo Kota Bitung. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Samratulangi Menado.
Ahmad Fikri Iqbal, dkk. 2024. Pengaruh Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian Diare pada Anak Sekolah. Jurnal Kesehatan Universitas Tadolaku Palu.
Afriani, B. 2017. Peranan Petugas Kesehatan dan Sarana Air Ketersediaan Bersih dengan Kejadian Diare. Jurnal Ilmu Kesehatan. Volume 2. Nomor 2. Halaman 117-122. Baturaja.
Febriyana, N. 2016. Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pencegahan dengan Kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Sragen Kabupaten Sragen. Surakarta : Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Fitriani, S. 2018. Promosi Kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Cetakan 1. Yogyakarta : Graha Ilmu.